OJK Lampung Resmikan Bank Wakaf Pertama Di Lampung

203

Pesawaran — Memperingati hari jadinya yang ke-7, OJK menyelenggarakan kegiatan Mengaji Bersama 500 Santri bertajuk Melek Keuangan sekaligus meresmikan Bank Wakaf yang pertama di Lampung.

Mengaji Bersama 500 Santri bertajuk Melek Keuangan dan persemian Koperasi Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), berlangsung di Pondok Pesantren Minhadlul Ulum, desa Trimulyo, Tegineneng, Pesawaran, Kamis 22 November 2018.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sejumlah pejabat daerah setempat, tokoh masyarakat.

Serta Turut Hadir pula Perwakilan Ketua Dewan Komisioner OJK RI, Ahmad Bukhori, Kepala OJK Lampung, Indra Krisna, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Lampung, Budiharto Setiawan.

Ketua Yayasan Ponpes Minhadlul Ulum, Amin Udin dalam sambutannya mengatakan, keberadaan Bank wakaf dapat meningkatkan pergerakan ekonomi umat di lingkungan sekitar ponpes dan kecamatan Tegineneng.

Ia juga berterima kasih sudah diberi amanah untuk menyalurkan dana. Walaupun nilainya hanya Rp1 juta per orang, tetapi semangat gotong royong untuk menggerakkan ekonomi umat harus digalakkan.

Sementara itu, Perwakilan Ketua Dewan Komisioner OJK RI, Ahmad Bukhori, saat ditemui usai meresmikan Bank Wakaf mengatakan, ini merupakan program Presiden RI, Joko Widodo untuk mengentaskan kemiskinan. Sebab, saat ini tingkat kemiskinan di Indonesia masih terbilang cukup tinggi. Dengan hadirkan LMKS dapat memberikan pembiayaan yang produktif kepada masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Kepala OJK Lampung Indra Krisna juga menjelaskan, berdasar Undang-Undang No.21 Tahun 2011, OJK bertujuan untuk melindungi seluruh kegiatan sektor jasa keuangan untuk kepentingan konsumen dan masyarakat.

Dalam rangka peringatan hari ulang tahun OJK ke-7, pihaknya menggelar kegiatan OJK Mengaji Bersama 500 Santri bertajuk Melek Keuangan dan peluncuran Koperasi Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Pondok Pesantren Minhadlul Ulum.

Lembaga yang bernama Bank Wakaf Mikro itu diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat sekitar.

Melalui mengaji bersama santri ini bisa mengenalkan, memberi pemahaman, dan meningkatkan akses keuangan masyarakat dan santri di jasa keuangan, sehingga dapat mendorong tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Dengan LKMS ini bisa menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal khususnya di lingkungan ponpes, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan, pendampingan dan pendekatan kelompok masyarakat melalui ekonomi umat.

Komentar