Pertamina MOR II Sumbagsel Bantu Perbaiki 5 Rumah Korban Tsunami di Panjang

154

BANDARLAMPUNG — Pertamina Marketing Operation Region II Sumatera Bagian Selatan (MOR II Sumbagsel) melalui program Pertamina Peduli, memberikan bantuan perbaikan 5 rumah warga yang terkena dampak tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu silam (22/12).

Lokasi rumah tersebut berada tepat di ring 1 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Panjang, Bandarlampung.

Hadir langsung General Manager MOR II Sumbagsel, Primarini, bertatap muka dengan para pemilik rumah yang rusak akibat tsunami.

Pada kesempatan ini, Primarini menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi sehingga mengakibatkan rumah dan jembatan penghubung rusak.

“Pertamina hadir untuk membantu warga yang terkena dampak tsunami, kami terus melakukan koordinasi baik dengan pemerintah setempat, TNI dan Polri serta instansi terkait lainnya. Termasuk bantuan perbaikan rumah ini yang memang letaknya dekat dengan operasi kerja kami di Panjang, Lampung,” jelas Primarini.

Ia melanjutkan, Pertamina pada Jumat (28/12) bersama Camat Panjang, Danramil 01 Panjang ,serta Lurah setempat telah menyampaikan bantuan berupa material bangunan untuk perbaikan rumah serta jembatan yang menghubungkan antar rumah.

Selanjutnya, penerima bantuan, Sumiati menceritakan kembali kejadian yang menimpa warga Panjang, Lampung. Sumiati bertutur, sekitar pukul 10 malam, Ia mendengar suara ombak yang lain dari biasanya.

Rasa penasarannya, menggerakan ia untuk melihat dan membuka pintu rumah. Terkejut ia bukan kepalang melihat ombak yang begitu tinggi, serta merta ia mengajak keluarganya untuk berlari menyelamatkan diri.

“Rumah kami sudah habis (diterjang ombak). Jadi selama ini kami mengungsi saja dulu dengan harapan ombak tinggi tidak datang lagi,” ujar Sumiati lirih.

Sumiati pun kemudian mewakili warga yang mendapatkan bantuan perbaikan rumah menyampaikan terima kasihnya atas kepedulian Pertamina terhadap musibah yang menimpa rumah mereka.

“Terima kasih banyak yang sebesar-besarnya kepada Pertamina, rumah kami sekarang bisa dibangun lagi,” tutupnya. (*)

Komentar