Rumah Peduli Berkurban Bersama Warga. Rita : Tingkatkan Ketakwaan Dengan Berkurban

268
Ir. Rita Purnamawati (hijab putih), menyapa warga saat hadir di pembagian daging hewan kurban, pada hari raya Idul Adha 1439 H, Rabu (22/8).

BANDARLAMPUNG, SS — Hari raya Idul Adha dianjurkan kepada siapa saja umat muslim yang sudah mampu dalam hal ekonomi untuk berkurban.

Makna berkurban adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Berkurban” itu berarti kesunggguhan manusia dengan menyerahkan segalanya kepada Allah Sang Pencipta.

Dengan cara berkurban manusia tersebut diajarkan untuk berbagi kepada para mukmin lain, yang pastinya mereka kurang mampu, agar mereka ikut merasakan bagaimana indahnya islam dengan adanya hari kurban tersebut.

Dengan berkurban keikhlasan dari manusia itu pastinya diuji, diuji dari sifat rakus dan tamak akan harta dunia yang mereka senangi.

Kurban itu berarti memberikan apa yang telah kita cintai (duniawi) serta apa yang kita sayangi, dalam hal ini adalah harta yang kita miliki, yakni dengan cara berkurban tersebut.

Terkait hal tersebut Ir.Rita Purnamawati, dalam komunitasnya Rumah Peduli pun berjalan di beberapa tempat, salah satunya di Umbul Balau Kelurahan Kedamaian dan Umbul Riuh, Sukamenanti Batuputu Bandarlampung, Rabu (22/08).

“saya berkurban bukan karena hal lain tapi memang setiap tahun saya melakukan itu, tujuannya tak lain untuk memupuk rasa empati, melatih diri menjadi orang dermawan, meningkatkan ketaqwaan pada Allah SWT, bekal pahala di hari akhir, membangun solidaritas, keberkahan dalam rezeki, menghindari diri dari sikap tamak dan menjaga silaturahmi bersama warga” Ujar Rita saat ditemui di lokasi penyembelihan hewan kurban.

Alumni SMA 3 Bandarlampung ini menambahkan, jika sering-sering berada pada mereka, insya Allah hubungan semakin dekat, terkait dukungan politik, itu mengalir dengan sendirinya karena murni ini ikhlas dilakukan.

Selain berkurban di Idul Adha ini, banyak kegiatan lain yang dilakukan oleh Rumah Peduli, misal dalam memeriahkan HUT RI ke-73, ia bersama warga dan komunitas membuat berbagai macam perlombaan, tambah kepala SMK Bhakti Utama ini.

Perlombaan tersebut diadakan di Kedamaian, Sukabumi, Batuputu dan di sekretariatan Rumah Peduli, salah satunya perlombaan Gaple antar komunitas sopir angkot, buruh dan warga sekitar”

“Alhamdulillah semua kegiatan berjalan lancar sesuai harapan kami” ujarnya bersyukur”.(SS)

Komentar