Siswa-Siswi Tiga Sekolah di Pesawaran Antusias Ikuti Program TMS

440

PESAWARAN — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosial, melaksanakan kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS) di tiga sekolah yakni SDN 1 Teluk Pandan, SMPN 2 Pesawaran dan SMAN 1 Padang Cermin, Pesawaran, Selasa (26/3/2019).

Dalam pelaksanaannya, Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersinergi dengan Kwarda Pramuka, Vertikal Rescue Lampung, PMI, Puskesmas Hanura, dan Pemdes Hanura.

Kegiatan diikuti oleh seluruh warga lingkungan sekolah dan sekitar 50-an anggota Tagana Lampung turut serta dalam simulasi bencana. Pada kegiatan TMS ini menyajikan materi Pengetahuan Bancana, Simulasi Mitigasi Bencana.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni mengatakan, datangnya bencana sulit diprediksi, sehingga pemerintah berupaya untuk membekali masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan bencana, salah satunya ialah melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS).

TMS merupakan bagian dari upaya program edukasi kesiapsiagaan masyarakat dalam penanggulangan bencana.

Program ini bertujuan mempercepat terbangunnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat maupun petugas penanggulangan bencana terhadap potensi dan kemungkinan terjadinya bencana.

Desa Hanura sebagai salah satu daerah yang berdekatan dengan pantai, sehingga harus ada simulasi bencana yang dilakukan saat dan setelah terjadi bencana.

“Kami mengadakan simulasi disini (Hanura), karena merupakan daerah pesisir, yang dirasa rawan terhadap bencana banjir dan tsunami,” ujar mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Lampung tersebut.

Pembina Tagana Lampung itu juga menjelaskan, simulasi bencana ini untuk mengajarkan kepada para pelajar untuk lebih siap menghadapi bencana, karena banyak yang belum paham tentang siaga bencana dan apa yang harus dilakukan.
Dengan simulasi ini anak-anak bisa memahaminya.

Masyarakat harus mencari tempat yang lebih aman, seperti area perbukitan untuk banjir dan tsunami, dan halaman yang luas untuk kondisi gempa.

Kegiatan TMS ini juga dilakukan mengingat Indonesia dilewati oleh jalur cincin api sehingga ada daerah-daerah yang rawan terhadap gempa, rawan banjir, rawan longsor, ada daerah juga yang rawan terhadap tsunami, dan bencana-bencana yang lainnya. Demikian juga di Provinsi Lampung merupakan daerah rawan bencana dengan segala jenis bencana alam.

Program ini juga diadakan Guan menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo tanggal 18 Februari 2019 di Pandeglang, Provinsi Banten, yang dengan tegas menyampaikan bahwa masyarakat harus siap dalam menghadapi bencana.

Sementara itu, pelaksanaan simulasi bencana yang merupakan bagian dari materi TMS, mendapat responsif positif dari kalangan pelajar, karena bisa menambah ilmu dan pengetahuan tentang kesiapan saat dan pasca bencana terjadi.

“Ini pertama kalinya kami ikut simulasi bencana, Banyak sekali pelajaran yang didapat, yang pasti kami jadi tau bagaimana cara menyelamatkan diri pada saat terjadi bencana, baik didalam gedung sekolah maupun ditempat lainnya” kata Putri Yolanda siswi SMA Negeri 1 Padang Cermin, Pesawaran, saat ditemui dilokasi kegiatan TMS.

Perlu diketahui, Dinas Sosial Provinsi Lampung serius mewujudkan terbangunnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat maupun petugas penanggulangan bencana terhadap potensi kemungkinan terjadinya bencana alam.

TMS merupakan bagian dari upaya Program Edukasi Kesiapsiagaan Masyarakat dalam penanggulangan bencana.

Program ini bertujuan mempercepat terbangunnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat maupun petugas penanggulangan bencana terhadap potensi dan kemungkinan terjadinya bencana.

Pelaksanaan Program TMS di Desa Hanura, Padang Cermin, Pesawaran ditutup dengan seremoni pemotongan tumpeng dalam rangka memperingati hari jadi Tagana Indonesia yang ke-15.

Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, didampingi Kepala Bidang Linjamsos, Maria Tamtina dan Pj. Kepala Desa Hanura, dan membagikannya kepada Kades dan Sahabat Tagana. (*)

Komentar