Suryasumatera.com –PESAWARAN — Ketua komunitas Perenang Antar Pulau Lampung (KPAPL) Ir. Napoli Situmorang, M.T, M.H, menyebut pelaksanaan upacara bendera di tengah laut Mutun, dalam rangka memperingati HUT RI ke-80, dilakukan guna mengedukasi masyarakat tentang wisata bahari yang ada di Provinsi Lampung.
Latar belakang dari pelaksanaan upacara tersebut ialah, menggaungkan wisata bahari. Provinsi Lampung kaya akan pantai, laut, sehingga potensi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari luar daerah dari sektor pariwisata tersebut cukup tinggi, jika bisa dimanfaatkan dengan baik.
Hal itu ia sampaikan ketika ditemui bersama anggota komunitasnya tengah melakukan persiapan kegiatan tersebut, di Pantai Mutun, Kamis 31 Juli 2025.

“Ini dalam rangkaian acara berenang merdeka 2025, ini kita lagi persiapan untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia selain itu juga, maksudnya supaya ini kan garis pantai kita banyak banget, sementara ini pariwisata kita yang ada di sini cuma dengar datang, orang Palembang datang main di darat, tapi belum pernah loh ke laut kita yang begitu besar, tak dimanfaatkan. Ini banyak potensi yang bisa dimanfaatkan main di air, pariwisata di air, dan lain-lain,” ujarnya.
Napoli menambahkan, saat ini banyak masyarakat yang enggan bermain, atau berenang di laut karena takut. Untuk itu, dengan digelarnya upacara di tengah laut nanti bisa membuktikan bahwa main di laut itu aman. Bukan hanya untuk orang dewasa saja, tetapi juga bisa untuk anak kecil, karena berenang di laut itu juga bisa untuk kesehatan.
“Yang ingin kita edukasi nanti juga banyak peserta kita yang kecil-kecil, kita edukasi, kalau main di laut aman, jadi jangan takut main di laut, karena banyak juga anak-anak yang masih kecil-kecil, dan mereka bilang Pak Kita takut main di laut, enggak apa-apa Kita buktikan, tahun lalu kita buktikan main di laut aman, sekarang juga kita buktikan, kita kasih tahu mereka bahwa yuk main ke laut, manfaatkan bahari kita, luasnya wilayah kita, yang kita bisa manfaatkan untuk pariwisata, kesehatan dan lain-lain,” tutupnya.
Perlu diketahui, pada tanggal 16 Agustus 2025, KPAPL bakal menggelar upacara bendera di tengah laut Mutun,
tepatnya 500 meter dari bibir Pantai Mutun, Pesawaran, Lampung, dengan perkiraan jumlah peserta sebanyak 500 orang.
Dijadwalkan yang menjadi inspektur upacara adalah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Kegiatan ini akan dicatat oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan dua rekor sekaligus: Upacara Bendera Merah Putih di Permukaan Laut oleh Perenang Terbanyak, dan Gubernur Pertama yang Menjadi Inspektur Upacara di Permukaan Laut.






