Wartawan Radar Lampung Dikeroyok di Jalur Dua Jalan Sultan Agung, Sudah Lapor Polisi

218

BANDARLAMPUNG — Wartawan Radar Lampung Agung Budiarto yang menjadi korban tindak penganiayaan dan pengeroyokan oleh beberapa pengendara motor yang dilakukan oleh orang tak dikenal, sudah membuat laporan ke Polresta Bandarlampung, Senin (19/10/2020).

“Saya sebagai korban penganiayaan dan pengeroyokan sudah membuat laporan ke Polresta Bandarlampung” kata Abud (sapaan akrab Agung Budiarto), saat dihubungi Senin (19/10/2020) malam.

Dalam keterangannya, Agung Budiarto menceritakan, Peristiwa nahas tersebut terjadi di Jalan Sultan Agung (Jalur dua) Bandarlampung, tepatnya di dekat lokasi proyek pengerjaan flyover.

Korban (Abud) tengah melintas di Jalan Sultan Agung dari kantor DPRD Provinsi Lampung menuju Graha Pena, Radar Lampung, Senin (19/10/2020), sekira pukul 15.20 WIB.

Saat itu, posisi jalan dalam kondisi macet lantaran pengerjaan flyover Jl. Sultan Agung.

Tiba-tiba dari arah belakang, ada satu pengendara sepeda motor Ninja berwarna hijau menarik gas berulang-ulang.

Korban menanyakan alasan mengapa pengendara tersebut menarik gas. Dan korban dan pengendara kawasaki Ninja tersebut sama-sama kembali melajukan sepeda motornya.

Namun, ada satu pengendara Yamaha RX King BE 5061 JZ menyalip dan memepet sepeda motor korban dan berteriak sambil melontarkan cacian.

Padahal, saat itu Agung merasa sudah tidak ada persoalan. Dalam waktu hampir bersamaan, sepeda motor Agung ditabrak dari arah belakang oleh pengendara sepeda motor Ninja tadi.

Sontak, Agung langsung menghentikan sepeda motornya lalu ingin meminta penjelasan mengapa sampai menabrak.

Namun, pengendara RX King menghampiri korban dan menanyakan.

“Sok hebat kamu ini berhenti di tengah jalan,” kata Agung menirukan ucapan pengendara tersebut.

Saat itu Agung berusaha menjelaskan selain dalam posisi macet, dia menghentikan motor lantaran ditabrak di bagian ban oleh pengendara sepeda motor ninja tersebut.

“Wajar saya menanyakan, mengapa sampai menabrak?,” ungkap Agung.

Namun, pemgendara RX King masih saja berbicara dengan nada tinggi. Terjadi adu mulut.

Namun, tiba-tiba, satu orang yang dibonceng oleh pengendara RX King itu melempar wajah korban dengan pasir sehingga masuk ke mata korban.

Di situ menurut Agung terjadi beberapa kali pemukulan. Kemudian sempat dilerai warga dan pengendara yang juga melintas.

“Setelah disiram pasir ke wajah saya, sempat terjadi beberapa kali pemukulan. Kemudian, mereda karena banyak warga. Setelah dilerai, saya sempat memotret pelaku pengendara Sepeda motor RX King itu. Namun dia tidak terima. Saya sudah diatas motor. Dia menghampiri saya. Saya kira dia hendak memukul, tapi mengambil kunci kontak motor saya. Lalu saya rebut dan hanya mendapat gantungannya saja. Setelah itu dia kabur,” jelasnya.

Dari penelusuran di situs Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, diketahui sepeda motor Yamaha BE 5061 JZ merupakan kendaraan dinas (randis) pelat merah.

Namun belum diketahui randis di lingkungan pemerintah mana.

Saat ini, korban berencana mengumpulkan berkas untuk laporan ke polisi. (Ss/*)

Komentar