15 Orang Penyandang Desabilitas Menerima Bantuan Kaki/Tangan Palsu.

173
Kadis Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, Menyerahkan Kaki Palsu kepada salah satu penerima bantuan. Penyerahan berlangsung di halaman kantor dinsos Lampung, Senin (22/10).

BANDARLAMPUNG — “Alhamdulillah saya mendapat bantuan kaki palsu yang baru dari Dinsos Lampung, dan rasanya lebih enak dipakai, kalo yang lama sudah enggak nyaman, sudah meluntir-meluntir”.

Hal tersebut diungkapkan oleh Mbah Pahing, warga Way Gan, Candipuro Lampung Selatan, saat menerima bantuan kaki palsu dari Dinsos Lampung.

Penyerahan dan pemasangan langsung alat bantu berjalan bagi kaum difabel tersebut, berlangsung di halaman Kantor Dinas Sosial Provinsi Lampung, Jalan Basuki Rahmad no. 72 Bandar Lampung, Senin (22/10/2018).

Mbah Pahing Kehilangang satu kaki sebelah kirinya pada tahun 2005, karena suatu penyakit dan harus di amputasi.
Ia mengaku jika sudah pernah mendapatkan bantuan kaki palsu, namun karena sudah terlalu lama dipakai, alat bantu tersebut sudah tidak nyaman lagi dipakai, dan ia bersyukur karena hari ini, diberikan kaki palsu dari Dinas Sosial Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan yang sama, kebahagiaan juga terpancar dari pria 24 tahun, bernama Desman Wanda, warga Tarahan, Lampung Selatan. Ia menerima bantuan berupa satu buah tangan palsu dari Dinsos Lampung.

Wanda kehilangan lengan sebelah kirinya beberapa tahun lalu, akibat kecelakaan kerja.

“Alhamdulilah dapat bantuan, semangat lagi, apa yang diinginkan saya tercapai, terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosial Provinsi Lampung atas bantuan tangan palsu yang diberikan kepada saya. Bantuan ini sangat bermanfaat dan menambah kepercayaan diri saya”ujarnya seraya tersenyum bahagia.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni mengatakan, Kementerian Sosial RI, bekerja sama dengan Yayasan Kasih Tuna Daksa, Sentul Bogor, melalui Dinas Sosial Provinsi Lampung, memberikan bantuan berupa kaki dan tangan palsu sebanyak 15 orang, rata-rata sebagian besar karena kecelakaan kerja maupun lalu lintas.

Untuk saat ini alat bantu yang diberikan, jumlahnya sangat terbatas, sehingga belum seluruhnya bisa terbantu. Namun bagi yang sedang mengukur saat ini paling lama dua minggu sudah dapat dikirim ke Lampung.

Oleh karena itu Dinsos Lampung menyarankan, bagi masyarakat yang memiliki keluarga, atau tetangganya, ada yang membutuhkan alat bantu tersebut, bisa segera mendaftarkannya ke Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) tenaga pendamping PKH, ataupun datang langsung ke Kantor Dinsos Sosial Kabupaten/Kota di wilayah setempat.

” Kami menghimbau kepada masyarakat yang keluarganya atau tetangganya, ada yang membutuhkan kaki palsu dan tangan palsu, bisa segera didaftarkan ke Dinas Sosial setempat, bisa juga menghubungi TKSK, PSM maupun tenaga pendamping PKH di wilayahnya masing-masing” imbau Marju saat ditemui diruang kerjanya.

Komentar