Jakarta – Anggota Komite IV DPD RI daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim mengajak warga menggalang donasi untuk korban banjir bandang yang terjadi beberapa hari lalu di Nusa Tenggara Timur.
Abdul Hakim meminta warga, pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan semua pihak membantu korban banjir bandang di NTT.
Kata Abdul Hakim, (7/4) pemerintah pasti punya keterbatasan dalam menyelesaikan kebutuhan penyintas banjir bandang.
Oleh sebab itu, bantuan dari warga di luar NTT sangat dibutuhkan.
Abdul Hakim menilai, bantuan untuk korban NTT diperkirakan terus mengalir dari seluruh masyarakat Indonesia. Ia meminta warga Lampung juga ikut berkontribusi.
Ia yakin warga Lampung memiliki kedermawanan yang tinggi. Selain itu, filantropi yang ditunjukkan masyarakat Lampung selama ini patut diapresiasi.
Abdul Hakim menjelaskan, Indonesia memang wilayah yang rawan bencana. Oleh sebab itu, ia mengingatkan warga Lampung juga memperhatikan ekosistem dan kelestarian alam.
Pasalnya, banjir yang melanda juga dipicu oleh semakin tereduksinya lingkungan sebagai penyeimbang alam. Lingkungan yang rusak, misalnya lahan gundul karena penebangan, menjadi pemicu banjir bandang.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebutkan, total 119 meninggal akibat banjir bandang di NTT. Dari jumlah itu, 2 terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Perinciannya, sebanyak 60 orang meninggal dan 12 orang hilang di Flores Timur. Lalu, di Alor sebanyak 21 orang meninggal dunia dan 20 orang dinyatakan hilang.
Kemudian, Lembata dengan 28 orang meninggal dan 44 orang hilang. Kota dan kabupaten Kupang memiliki korban masing-masing sebanyak satu orang meninggal.
Terakhir, di Sabu Raijua dengan 2 orang meninggal dunia, Ende dengan satu orang meninggal. []






