Bambang Suhermanu Pimpin Ekspedisi Kemanusiaan Tagana Pringsewu ke Bengkulu

201

PRINGSEWU — Setelah Tim LDP-Tagana Lampung yang ditugaskan memperkuat Tim LDP-Tagana Bengkulu yakni Ari Wijaya dan Hasran Hadi dalam memberikan penguatan pelayanan Psycososial anak-anak terdampak banjir dan longsor telah kembali ke Provinsi Lampung menjelang romadon, kini giliran Tagana Kabupaten Pringsewu memberikan dukungan dapur umum lapangan.

Ekspedisi kemanusiaan Tagana Pringsewu dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu, Bambang Suhermanu pada Kamis, (9/5) malam, setelah mendapatkan arahan dari Wakil Bupati Pringsewu; Dr.H.Fauzi,SE,M.Kom, Akt,CA di kediamannya.

Dalam arahannya Fauzi berharap Tagana dapat membantu dan mendukung Tim Dapur Umum Tagana Bengkulu disamping itu juga tugas-tugas lain yang diperlukan.

“saya harapkan jaga nama baik Provinsi Lampung dan juga Kabupaten Pringsewu dengan bersungguh-sungguh secara ikhlas membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana di Bengkulu. Jangan malah merepotkan atau sekedar wisata bencana” harapnya.

Sementara itu Bambang Suhermanu mengatakan bahwa ekspedisi ini melibatkan 14 orang Tagana dengan satu unit mobil dapur umum serta dua mobil operasional.

Disamping itu juga telah disiapkan sembako secukupnya untuk dapat umum lapangan.

“perlengkapan dan bahan dapur umum lapangan sudah kita siapkan sehingga tidak merepotkan Pemerintah setempat”. katanya.

Disamping itu oleh Bupati juga memberikan bantuan non makanan berupa pakaian sekolah SD, SLTP dan SLTA disamping itu juga selimut, pampers bayi, susu dan makanan bayi.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni mengatakan, sangat mendukung ekspedisi kemanusiaan yang dilakukan Tagana Kabupaten Pringsewu.

Mengingat Tagana Bengkulu tentunya sudah mulai kelelahan mengingat banjir dan longsor pada tanggal 26-27 April yang lalu melanda 9 kabupaten/kota yaitu Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaurakibat.

Tidak kurang sebanyak 30 orang merenggang nyawa dan tentu saja rumah dan fasilitas lainnya. (*)

Komentar