Kadissos Lampung : UPSK Upaya Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Penyandang Masalah Sosial

150
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni (berdiri) saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) di Kabupaten Tanggamus, Selasa (25/06/2019).

TANGGAMUS — Dibukanya UPSK ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penyandang masalah sosial, dilakukan melalui 3 (tiga) sistem pelayanan, yaitu sistem rehabilitasi “ Dalam panti ”dan sistem rehabilitasi “ Luar panti ” serta Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) di Kabupaten Tanggamus, Selasa (25/06/2019).

Mantan Kadis Kominfo Lampung itu juga mengatakan, kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) adalah salah satu sarana pelayanan dan rehabilitasi sosial diluar panti yang berfungsi memberikan layanan konsultasi, pemeriksaan kesehatan, rujukan dan saresehan bagi Penyandang Disabilitas atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

“Kegiatan UPSK ini sangatlah penting dilaksanakan karena untuk mengetahui kondisi dan data Penyandang Disabilitas yang akurat. Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) dilakukan oleh tim terpadu yang terdiri dari para ahli dan praktisi pada bidangnya seperti psikolog , pekerja sosial, dokter , perawat dan pekerja sosial masyarakat serta konsultan kedisabilitasan”, pungkasnya.

Panglima Tagana Lampung itu juga mengatakan, Penanganan masalah sosial Penyandang Disabilitas merupakan serangkaian kegiatan yang bersifat pengembangan pelayanan kesejahteraan sosial sebagai upaya untuk memberdayakan para Penyandang Disabilitas sehingga mampu melaksanakan fungsi sosialnya dalam kehidupan masyarakat.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Lampung, Ratna Fitriani mengatakan, dalam pelaksanaan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) tidak hanya terbatas pada pemeriksaan kesehatan dan konsultasi saja melainkan memberikan pelatihan dan keterampilan praktis pada Penyandang Disabilitas.

Tujuan Kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) adalah :
a. Meningkatkan dan memperluas jangkauan kesejahteraan sosial Penyandang Disabilitas secara lebih adil dan merata melalui kegiatan penyebaran informasi , deteksi dini kedisabilitasan, konsultasi maupun rujukan dengan melibatkan interdisipliner dan lintas sektoral.
b. Mendorong dan merangsang semua unsur masyarakat agar aktif dalam penanganan Penyandang Disabilitas, dengan sasaran semua Penyandang Disabilitas yang mempunyai permasalahan sosial (Penyandang Disabilitas tubuh, netra, mental, rungu/ wicara , bekas penderita penyakit kronis/ kusta serta TBC) serta PMKS lainnya.

kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) ini nantinya di akhiri dengan kegiatan serasehan, dimana tujuan serasehan yaitu :
a. Meningkatkan pengertian masyarakat , instansi sosial , aparat pemerintah setempat terhadap permasalahan sosial Penyandang Disabilitas dan cara rehabilitasinya.
b. Menyampaikan permasalahan- permasalahan yang menonjol, hasil pelayanan UPSK yang memerlukan penyelesaian segera.
c. Membangkitkan partisipasi masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat terhadap pelaksanaan rehabilitasi Penyandang Disabilitas di daerah, dengan menghimpun daya dan data yang bersumber dari masyarakat dan pemerintah daerah Kota/Kabupaten.

“Diharapkan dalam waktu yang singkat ini, peserta UPSK dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana untuk memeriksakan kesehatannya dan berkonsultasi mengenai apa yang menjadi hambatan yang dirasakan dalam aktivitas sehari-hari dan mendapat solusi atas masalah yang dihadapi” harapnya.(*)

Komentar