Lampung, 30 Juli 2026 – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melanjutkan rangkaian Media Gathering Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi bersama media dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pelaksanaan JAPFA for Kids di Kabupaten Lampung Selatan yang pada tahun ini menjangkau 15 sekolah, 2.051 siswa, dan 165 guru melalui berbagai kegiatan edukasi gizi, pembiasaan hidup sehat, serta pendampingan bagi sekolah dan guru.
Kembali diselenggarakan untuk ketiga kalinya, AKJJ 2026 mengangkat tema “18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa – Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan. “Melalui tema tersebut, JAPFA mengajak insan media untuk bersama-sama mengangkat perjalanan serta dampak nyata JAPFA for Kids sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang selama 18 tahun berfokus pada peningkatan kualitas gizi dan Kesehatan anak Indonesia.
Muzammil, Head of Unit RPA Lampung, mengatakan, “Sejak pertama kali dijalankan pada tahun 2008, JAPFA for Kids telah menjadikan Provinsi Lampung sebagai salah satu wilayah implementasi program. Komitmen tersebut terus kami lanjutkan di berbagai kabupaten hingga kembali hadir di Lampung pada tahun ini dengan jangkauan yang lebih luas. Kami berharap semakin banyak anak memperoleh manfaat dari program ini, sekaligus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, sekolah, tenaga Kesehatan, Masyarakat, dan media untuk mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.”
Provinsi Lampung menjadi salah satu wilayah yang telah menjadi bagian dari perjalanan JAPFA for Kids sejak program ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 2008. Program ini diawali di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur pada tahun 2008 dengan menjangkau 6 sekolah dan 1.632 siswa. Program kemudian berlanjut di Lampung Selatan pada tahun 2010, Tanggamus dan Pringsewu pada tahun 2012, Pesawaran pada tahun 2013, Lampung Timur pada tahun 2015, Lampung Tengah pada tahun 2016, serta kembali hadir di Lampung Selatan pada tahun 2019.
Dengan pelaksanaan tahun ini, JAPFA for Kids telah menjangkau 69 sekolah dan lebih dari 13.400 siswa di Provinsi Lampung. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan mencakup edukasi empat pilar gizi seimbang, Hari Sehat JAPFA, edukasi konsumsi protein hewani, pemantauan status gizi siswa, pelatihan guru, serta pendampingan kepada sekolah guna membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
Pemenuhan gizi anak masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 11% anak usia 5-12 tahun masih berada pada kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Sejalan dengan itu, data pemantauan JAPFA pada tujuh lokasi pelaksanaan JAPFA for Kids sepanjang 2024 menunjukkan sekitar 10,1% siswa masih mengalami kondisi gizi kurang dan gizi buruk. Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan malagizi masih memerlukan upaya yang konsisten dan kolaboratif dari berbagai pihak.
Hingga tahun 2026, JAPFA for Kids telah menjangkau 217.706 siswa, 14.713 guru, dan 1.308 sekolah di 106 kabupaten/kota pada 28 provinsi di Indonesia. Program ini juga menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi siswa. Pada tahun 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa dengan kondisi gizi kurang dan gizi buruk berhasil meningkat menjadi gizi baik atau sebesar 51,5%. Sementara pada tahun 2025, sebanyak 646 dari 1.034 siswa berhasil mengalami peningkatan status gizi menjadi gizi baik atau sebesar 62,5%.
“Dalam implementasinya, JAPFA for Kids menjalankan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari pemberian protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan rutin berat dan tinggi badan siswa melalui aplikasi digital, hingga pembiasaan perilaku hidup sehat melalui program Hari Sehat JAPFA. Program ini juga dilengkapi dengan edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, serta monitoring berkala guna memastikan dampak program dapat terukur secara konsisten,” ujar Retno Artsanti, Head of Social Investment JAPFA.
AKJJ 2026
Kembali diselenggarakan untuk ketiga kalinya, AKJJ 2026 mengangkat tema “18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa-Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan.” Tema tersebut menjadi refleksi perjalanan JAPFA for Kids selama 18 tahun dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat edukasi publik mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.
JAPFA melibatkan dewan juri dari berbagai latar belakang profesional untuk memastikan kualitas karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dewan juri tersebut yakni jurnalis senior sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Akhmad Munir, fotografer jurnalistik senior Beawiharta, serta pakar gizi masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, M.P.H.
“Kami berharap semakin banyak karya jurnalistik yang mampu mengangkat cerita, data, dan praktik baik dari lapangan sehingga dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak. Kami percaya, kolaborasi yang kuat antara dunia usaha, media, pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan keluarga akan menjadi fondasi dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” tutup Retno Artsanti.
Tentang JAPFA
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk merupakan perusahaan agribisnis terkemuka di Indonesia yang memiliki lini bisnis produksi pakan ternak, pembibitan unggas, peternakan komersial, pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen, budidaya perairan, serta perdagangan dan lain-lain. Diiringi dengan program-program kegiatan sosial yang berkontribusi dalam pengembangan masyarakat, JAPFA terus mendukung pengembangan kualitas hidup, sesuai dengan nilai perusahaan “Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama”.






