Lampung Tuan Rumah Penguatan Pengendalian Bansos Pangan Wilayah I

190

BANDARLAMPUNG — Provinsi Lampung menjadi tuan rumah kegiatan “Penguatan Kapasitas Pendamping dan Pengendalian Bansos Pangan” tahun 2019, yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Penaganan Fakir Miskin Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah I, Kementerian Sosial RI, bertempat di Novotel Hotel, Bandar Lampung, 15-18 Mei 2019.

Dalam sambutannya di acara pembukaan “Penguatan Kapasitas Pendamping dan Pengendalian Bansos Pangan” tahun 2019, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni menyambut para tamu atau peserta kegiatan tersebut.

“Selamat datang di Provinsi Lampung, Kami menyampaikan terimakasih atas kepercayaan Kemensos dan mewakili tuan rumah saya menyampaikan selamat datang dan salam hangat dari Pak Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo,” ujar Sumarju.

Mantan Kadis Kominfo Provinsi Lampung itu juga dalam sambutannya tidak lupa membanggakan daerah berjargon “bumi ruwa jurai” ini, terutama untuk potensi wisatanya, dan kearifan lokal lainnya.

Ia memperkenalkan destinasi wisata unggulan di Lampung yang telah menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

“Kami (Lampung) telah memiliki bandara internasional yang juga kebetulan telah melakukan penerbangan perdananya ke Malaysia beberapa waktu lalu, kemudian sekarang sudah ada juga jalan tol” ujar Panglima Tagana Lampung itu, seraya mempromosikan Lampung yang ia cintai.

Tidak hanya itu saja, Sumarju juga memanfaatkan kesempatan tersebut memaparkan program-program dari Kemensos yang telah dikembangkan secara baik di Lampung.

“Salah satu yang berbeda di Lampung adalah e-warongnya, dimana telah menggunakan aplikasi e-kasir dan e-barkode. Dan ini sudah menjadi percontohan di sejumlah provinsi di Indonesia. Sebagian juga telah menggunakan sistem penjulan konsinyasi, ” katanya.

Dibeberkan Sumarju, program-program yang digelontorkan oleh Kemensos terbukti mampu mengurangi angka kemiskinan dan sekaligus angka kejahatan di Lampung.

“Lampung yang terkenal dengan begalnya, perlahan tidak lagi, karena salah satunya program Kemensos yang digelontorkan seperi KUBE (Kelompok Usaha Bersama) sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial, Andi ZA Dulung mengatakan, bahwa penanganan fakir miskin memerlukan kebersamaan persepsi dan kesamaan gerak langkah semua pihak.

“Karena penanganan fakir miskin bukan saja menjadi tugas Kementerian Sosial semata, tetapi merupakan tugas semua pihak. Pemerintah dan masyarakat bahu membahu bekerja bersama untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia,” katanya.

Andi ZA mengakui peran serta Pendamping Bansos Pangan yang merupakan ujung tombak keberhasilan penanganan fakir miskin di garis terdepan. “karena langsung berhubungan dengan masyarakat,” jelasnya.

“Semoga kegiatan ini merupakan langkah sangat tepat dan strategis dalam upaya mempercepat pemahamam dalam rangka penangaman kemiskinan di republik ini, khususnya di daerah,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Penanganan Fakis Miskin Wilayah I Kementerian Sosial, Asnandar mengatakan 210 peserta dari Provinai Lampung dan Jawa Barat turut dalam kegiatan ini.

“Terdiri dari Kadissos Lampung dan Jawabar kabupaten/kota, 42 supervisor dari kabupaten/kota, korteks kabupaten/kota, 42 Koordinator TKSK kabupaten/kota, pimpinan cabang Himbara 42 kabupaten dan kota,” katanya. (*)

Komentar