Mahasiswa FKIP Unila Lolos Seleksi Nasional P2MW

Anissa Fahturahmi, Mahasiswa Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) berhasil lolos seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan Ditjen Diktiristek pada pertengahan Juni lalu.

P2MW merupakan program pengembangan usaha mahasiswa yang telah memiliki prototipe produk atau sudah menjalankan usaha melalui bantuan dana pengembangan dan pembinaan dengan melakukan pendampingan serta pelatihan (coaching) usaha kepada mahasiswa peserta P2MW.

Penyelenggaraan program P2MW ditujukan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa yang menjalankan wirausaha di perguruan tinggi serta sebagai wadah bagi mahasiswa yang memiliki potensi pada bidang wirausaha.

Nissa, panggilan akrabnya, mengungkapkan motivasinya mengikuti program P2MW ini karena minatnya yang besar dalam mengembangkan bidang usaha. Selain itu, sebagai mahasiswa aktif, Nissa ingin tetap berprestasi selama berkuliah di Unila.

Tidak sendirian, Nissa bekerja sama dengan Ilmiatul Karomah dan Anastasia Harum Mawadah dalam mengembangkan produk bernama Tisuka (Tiwul Sumber Karbohidrat).

Nissa menjelaskan, ide produk ini terinspirasi dari kesukaannya dan teman-temannya terhadap tiwul, salah satu produk alternatif pengganti nasi. Selain dapat menjadi menu bagi orang yang sedang menjalani diet, tiwul bermanfaat baik bagi penderita diabetes.

Rencananya, Nissa bersama tim akan memproduksi dan memasarkan produk mereka setiap bulan, sembari secara rutin melaporkan perkembangan usahanya. Selain mendapatkan dana untuk pengembangan usaha, Nisaa mengatakan, program P2MW ini dapat dikonversi sejumlah 6 sks bagi para mahasiswa yang mengikutinya.

Nissa berharap, usaha yang mereka kembangkan bersama tim dapat bermanfaat bagi orang lain, serta ilmu yang diperoleh setelah mengikuti program ini dapat meningkatkan keterampilannya di bidang usaha.

“Saya ingin menjadi tenaga pendidik sekaligus wirausahawan. Setelah mengikuti program ini, saya yakin bisa mendapatkan banyak ilmu yang dapat diterapkan di masa depan,” ujarnya.