Soal PT BMM, Masyarakat Adat Gunung Sangkaran Jadwalkan Gelar Aksi Duduki Lahan

172

WAYKANAN — Dengan membangkangnya PT.BMM dalam penyelesaian Konflik agraria dengan masyarakat Adat Kampung Gunung Sangkaran Kecamatan Blambangan Umpu, terkait lahan Gunung sangkaran yang di kuasai oleh PT.BMM, maka masyarakat adat Gunung Sangkaran jadwalkan aksi menduduki lahan yang kini di jadikan perkebunan sawit oleh BMM.

Kepada wartawan, Eeng menuturkan, setelah mendengar pemaparan dari Pemerintah kabupaten Way kanan dan DPRD setempat, seharusnya PT. BMM tidak lagi bertele-tele dalam mengambil keputusan apa yang menjadi kenginanan dari kami Masyarakat Guning Sangkaran, sudah di sampaikan oleh pihak Legislatif melalui komisi 1 DPRD Way Kanan.

Eeng memastikan, “Apabila pihak perusahan masih acuh terhadap apa yang menjadi keinginan mereka, maka dalam beberapa hari kedepan mereka akan langsung menduduki lahan mereka yang di kuasai oleh PT.BMM”. Tuturnya. Di tempat Kediaman Eeng. Sabtu (7/12/2019).

“Saya meminta agar semua pihak tidak menyalahkan kami, karena kami selama ini sudah banyak bersabar menghadapi sandiwara pihak perusahan”. Tegas Eeng.

Sementara Rojali Ketua komisi 1 DPRD Way Kanan saat di konfirmasi awak media membenarkan, “Mereka sudah beberapa kali menyampaikan pada pihak BMM apa yang menjadi keinginan Eeng cs, dalam porum rapat tetapi perwakilan BMM tidak memberikan jawaban keputusan tetapi hanya akan menyampaikan pada Dewan Direksi di Jakarta”.

Lanjut Rojali, bila kita mengacu pada dasar dan pakta yang di miliki masyarakat gunung sangkaran, benar adanya lahan Gunung sangkaran telah di caplok oleh BMM,

“Padahal kampung Gunung Sangkaran sama sekali tidak tercantum dalam ijin lokasi/Perinsip yang di berikan oleh Pemkab Way Kanan”. Ungkapnya.

Masih Rojali, Dalam beberapa hari kedepan kami akan panggil kembali pihak perusahan PT.BMM untuk mempertanyakan Keputusan apa yang akan mereka ambil, karena Eeng cs mempunyai dua opsi tawaran pada Pihak BMM, tinggalkan lahan atau bebaskan lahan. Katanya.

“Mereka meminta agar pihak perusahan secepatnya dapat mengambil keputusan”. Jelas Rojali.

Ketua komisi 1 DPRD Way Kanan berharap, optomis PT BMM dapat segera mengakomodir dalam penyelesaian konflik agararia Kedua belah pihak. (ryuz)

Komentar