LAMPUNGSELATAN — Ucapan terima kasih disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Kepala Dinas Sosial Provinsi Provinsi Lampung Sumarju Saeni pada acara Penyerahan Bantuan Santunan Ahli Waris dan Jaminan Hidup bagi Korban Bencana Tsunami. Kegiatan dilakukan di Aula Sebuku Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, Rabu, (26/6/2019).
Mewakili Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni menyaksikan secara simbolis penyerahan santunan korban tsunami yang diberikan Kementerian Sosial RI melalui Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat, kepada Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, kami mengucapkan terimakasih kepada Kemensos melalui Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial sehingga dapat terealisasinya bantuan bagi keluarga korban Tsunami Selat Sunda Kabupaten Lampung Selatan,” kata Sumarju.
Dalam sambutannya Sumarju mengatakan, Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah
satu daerah rawan bencana alam di Provinsi Lampung dimana tsunami
selat sunda terjadi pada 22 Desember 2018 pukul 21.30 WIB yang melanda daerah pesisir pantai barat yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang.
Tsunami tersebut ini berimbas di pantai selatan Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran. Bandar Lampung yang tinggal di pinggiran pantai juga terkena dampak. Kurang lebih 3000 jiwa mengungsi di kantor Gubernur Lampung, sejak 22 Desember 2018 sampai 5 Januari 2019.
“Dari data yang kami himpun dampak bencana tsunami tersebut menimbulkan korban meninggal berjumlah 124 Orang antara lain; Lampung Selatan 122 orang, Tanggamus 1 Orang dan Pesawaran : 1
orang,” jelasnya.
Dijelaskan “Panglima Tagana Lampung” ini, untuk Korban luka berat sebanyak 483 jiwa, rumah rusak 959 unit dan pengungsi berjumlah 7.942 jiwa.
“Mereka juga berasal dari Pulau Sebesi dan mengungsi di 10 titik lokasi pengungsian di Kecamatan Rajabasa dan Kecamatan Kalianda Lampung Selatan dengan membuka 8 titik lokasi Dapur Umum Lapangan atau DUMLAP,” jelas Sumarju.
Sebanyak 200 personil relawan TAGANA dan Sahabat TAGANA yang terdiri dari Pramuka, PMI, Pendamping PKH dan para relawan lainnya juga turut dikerahkan di pos-pos pengungsian.
“Kami atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Lampung sangat berterimakasih dan mengapresiasi kepada tim penanganan terpadu penanggulangan bencana baik tingkat pusat, provinsi dan kabupaten yang pada saat tanggap darurat maupun pasca bencana saling mendukung dan bahu membahu dalam penanganan korban tsunami di lokasi titik-titik pengungsian di Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung.”
Sumarju juga menyampaikan terima kasih kepada pihak BUMN, BUMD, Organisaasi Masyarakat, para relawan yang telah memberi perhatian sehingga penanggulangan bencana terhadap korban dapat segera teratasi dan diselesaikan.
“Tidak lupa pula kepada instansi sosial dari beberapa provinsi di Indonesia yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materil, dengan berpartisipasi mengirimkan para relawan TAGANA ke Kabupaten Lampung Selatan untuk membantu penanganan terhadap korban,” katanya lagi.
Ditegaskan Sumarju, wujud kepedulian dari Pemerintah Daerah Povinsi Lampung terhadap penanggulangan bencana masih terus ditingkatkan dengan mendorong
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota melalui Dinas Sosialnya membentuk
Kampung Siaga Bencana (KSB) pada lokasi-lokasi rawan bencana.
“Disamping itu kami juga terus melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi penanggulangan bencana terhadap anak-anak sekolah dengan kegiatan TAGANA Masuk Sekolah (TMS) sesuai arahan Presiden Republik Indonesia,” katanya.
Program TMS ini lanjutnya, dilakukam dengan melakukan simulasi bencana di sekolah-sekolah melibatkan para guru dan para murid sehingga diharapkan memberi pengetahuan anak-anak “SIAP
UNTUK SELAMAT” dan dapat mengurangi jumlah korban ketika bencana
terjadi.
Menurut Kadisos Lampung ini, sebanyak 109 keluarga korban hari ini menerima santunan ahli waris dan 1178 jiwa penerima bantuan jaminan hidup dari pemerintah melalui Kementerian Sosial, dan didukung penyalurannya melalui Bank BNI.
“Kami harapkan semoga bantuan yang diterima sebagai wujud kepedulian pemerintah dapat menjadi manfaat bagi keluarga korban dan harus bisa bangkit kembali yang lebih baik di masa yang akan datang,” tutupnya.(*)






