Mahasiswa KKN Unila Gelar Pelatihan Bioflok Budidaya Ikan

264

Tanggamus, SS — Mahassiwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2018 Universitas Lampung mengadakan pelatihan penggunaan bioflok untuk budidaya ikan di Desa Banjar Negoro, Tanggamus, Minggu (12/8).

Kepala Pekon Banjar Negoro, Suharyo mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN bersama dosen Unila ini sangat bermanfaat bagi warga desa.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya acara ini, tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat pekon yang terdiri dari 460 KK ada 4 dusun,”ujarnya.

Dilanjutkannya, ada beberapa Materi yang disampaikan dalam agenda tersebut diantaranya pelatihan pemberdayaan masyarat agrokompleks, budidaya ikan lele bioflok, pelatihan pembuatan pupuk organik cair, pelatihan pembuatan pakan silase, dan pelatihan pembuatan pupuk kompos.

Disisi laen, Ketua Badan Pelaksana KKN Unila Sri Waluyo menjelaskan, mahasiswa yang mengikuti KKN Unila memberikan pembelajaran kepada masyarakat Desa di Pekon Banjar Negara, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus dengan pendekatan agro kompleks.

“Kita melihat daerah ini berbasis pertanian, ada peternakan, perkebunan, pertanian umum dan lainnya, kita akan garap bersama masyarakat, “jelasnya.
Di desa tersebut, lanjutnya, terdapat banyak komoditas yang digeluti masyarakat. Seperti budidaya seperti ikan air tawar, petani sawah, kebun, cokelat, kopi bahkan sebagian besar masyarakat beternak kambing.

” Kami ingin ini menjadi pembangkit ekonomi masyarakat yang bagus. Selama ini berdasarkan informasi, disini ada kelangkaan pupuk, kemudian petani masih konvensional atau tradisional,”kata dia.

Hal lain yang mendorong pelatihan hingga pembinaan bioflok karena selama ini kebutuhan lauk pauk ikan lele di pekon tersebut masih rendah. Karena dibeli dari Pagelaran Pringsewu, tentu dengan harga lebih mahal yakni Rp16 ribu per kg.

“Maka kita mendorong masyarakat berproduksi disini dengan menafaaatkan pekarangan kosong selain konsumsi tapi bisa dijual,”ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa KKN, Sri Waluyo, didampingi dosen mencoba mengurai masalah yang ada ditengah masyarakat hingga mendapatkan jalan keluar.

“mahasiswa adalah calon pemimpin dan harus tau kondisi kebutuhan masyarakat. Terutama masyarakat desa Banjar Negoro berbasis petani dan peternak, kami melihat secara ekonomi ada masyarakat uang sejahtera tapi sebagian saja, padahal potensinya luar biasa,”terangnya. (*)

Komentar