LAMPUNGSELATAN — Kementerian Sosial RI melalui Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI Rachmat Koesnadi, mencanangkan Kampung Siaga Bencana (KSB) Berbasis Kawasan, di empat desa yang ada di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Secara simbolis pencanangan dilaksanakan saat apel siaga bencana di Pantai Muara Indah, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (11/9/2019) pagi.
Empat desa tersebut ialah Desa Kelawi, Kecamatan Bakauhuni, Desa Sumur Kecamatan Ketapang, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, dan Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung.
Dalam kesempatan itu juga Rachmat Koesnadi sekaligus mengukuhkan Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto sebagai Pembina Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Lampung Selatan.

Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI Rachmat Koesnadi,
dan Panglima Tagana Lampung sekaligus Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju, foto bersama usai apel siaga bencana dan pencanangan KSB Berbasis Kawasan, yang digelar di Pantai Muara Indah, Suak, Sidomulyo, Lampung Selatan, Rabu (11/9/2019)
Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI Rachmat Koesnadi saat ditemui dilokasi acara mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk kesiapsiagaan dan mitigasi bencana kepada masyarakat disekitar pesisir pantai.
Sesuai arahan presiden agar masyarakat perlu disiagakan terutama dari informasi yang dalam beberapa minggu kebelakang akan adanya isu megathrust (gempa bumi besar).
Oleh karena itu, mitigasi bencana perlu dilakukan agar mereka lebih waspada dan siap siaga, dan bisa ada penyelamatan lebih dini jika sewaktu-waktu terjadinya tsunami dan gempa bumi.
Maka diharapkan mitigasi bencana ini tidak hanya untuk satu kampung saja, tapi secara keseluruhan warga sekitar pantai harus disiagakan agar tidak terlalu banyak korban.
Kampung siaga bencana harus tetap terus dilaksanakan oleh pemerintah kota atau provinsi dan yang bersifat kawasan akan dilakukan oleh kementerian sosial. Atau dengan kementerian lainnya seperti BNPB dan instansi terkait lainnya.
Antusias dan keaktifan warga dan pemerintah kabupaten kota maupun provinsi terkait KSB Berbasis Kawasan di Lampung hari ini patut diapresiasi.
Dengan kwterlibatan masyarakat yang sangat besar ini, diharapkan akan muncul kesadaran betapa pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi untuk menghindari banyak korban ketika terjadi bencana.
“Ya saya mengapresiasi keaktifan dan kesiapsiagaan pemerintah kabupaten kota dan provinsi di Lampung ini, dan juga dinas sosialnya yang sangat suport dengan mitigasi bencana lewat program-programnya. mudah-mudahan dengan keterlibatan masyarakat yang sangat besar ini akan muncul kesadaran dari semua pihak, betapa pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana ini untuk menghindari banyak korban ketika bencana terjadi” tutupnya.
Sementara itu, Dra.Ni Masitoh Tri Siswandewi M.Si Kasubdit Kesiapsiagaan dan Motivasi Dit.PSKBA Kemensos RI, yang turut hadir dalam acara tersebut menjelaskan, KSB yang akan berlangsung dari tanggal 9 – 11 September, diikuti oleh masing- masing desa sebanyak 60 orang dengan demikian keseluruhan sebanyak 240 orang.
KSB bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kerawanan dan ancaman bencana, membentuk jejaring yang terkait dengan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat, mengorganisir potensi masyarakat, memberikan kepastian dan kesinambungan, memperkuat hubungan sosial dan mengoptimalkan potensi sumberdaya.
Perlu diketahui, pencanangan KSB Berbasis Kawasan tersebut, dihadiri Panglima Tagana Lampung yang juga Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni, Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, dan Forkopimda setempat, serta ratusan anggota Tagana Lampung, Pramuka, serta masyarakat setempat.(ih)






