LAMPUNGSELATAN — Warga Desa Suak Kecamatan Sidomulyo antusias mengikuti kegiatan apel Kampung Siaga Bencana (KSB) Berbasis Kawasan di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung yang dicanangkan oleh Kementerian Sosial RI, di Pantai Muara Indah desa setempat, Rabu (11/9/2019).
Pantauan suryasumatera.com, Ratusan masyarakat sejak pagi sudah berkumpul dilokasi kegiatan, untuk mendapatkan pembelajaran siaga bencana dari para pemandu KSB.
Samhudi, salah satu warga yang hadir mengaku jika kegiatan KSB sangat penting diadakan, mengingat tempat tinggalnya yang tidak jauh dari pantai.
“Kami diundang kades untuk datang ke acara kampung siaga bencana, ya bagus juga sih, jadi nambah pengetahuan, karena kita jarang keluar, karena deket pantai jadi harus tau gimana cara menyelamatkan diri jika sewaktu-waktu terjadi tsunami atau bencana alam lainnya” ujar pria yang berprofesi sebagai nelayan tersebut.

Dalam kegiatan itu, dihadiri Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI Rachmat Koesnadi, Kasubdit Kesiapsiagaan dan Motivasi Dit.PSKBA Kemensos RI Dra.Ni Masitoh Tri Siswandewi M.Si, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni, Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, dan Forkopimda setempat, Tagana Lampung, dan Pramuka, serta ratusan warga setempat.
Dalam kesempatan itu, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI Rachmat Koesnadi, secara simbolis mencanangkan KSB, mengukuhkan Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.
Usai dikukuhkan, Bupati juga melanjutkan dengan mengukuhkan 240 orang yang tergabung dalam tim Kampung Siaga Bencana (KSB).
Perlu diketahui, Kemensos RI Mencanangkan KSB di empat desa Kabupaten Lampung Selatan, Keempat desa tersebut adalah Desa Kelawi, Kecamatan Bakauhuni, Desa Sumur Kecamatan Ketapang, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, dan Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung.
KSB berlangsung dari tanggal 9 sampai 11 September diikuti oleh masing-masing desa sebanyak 60 orang dengan demikian keseluruhan sebanyak 240 orang.
KSB bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kerawanan dan ancaman bencana.
Membentuk jejaring yang terkait dengan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat mengorganisir potensi masyarakat memberikan kepastian dan kesinambungan memperkuat hubungan sosial dan mengoptimalkan potensi sumber daya. (ih).






